Selasa, 28 April 2015

Ajaran Pokok Agama Hindu



Ajaran pokok Agama Hindu
1.       Tujuan Agama Hindu
·         Tujuan utamanya adalah Moksartham jagaddhitaya ca iti dharmah artinya “tujuan beragama Hindu atau Dharma adalah untuk mendapatkan Moksa dan Jagaddhita”.
·         Moksa adalah kebebasan roh dari ikatan duniawi, bebas dari dosa.
·         Jagaddhita: kebahagiaan, kesejahteraan, kemakmuran umat manusia, kelestarian serta kedamaian dunia.
2.       Keimanan Hindu
·         Pokok-pokok keimanan dalam agama Hindu dapat dibagi dalam lima bagian yang disebut Panca Sradddha:
a)      Percaya terhadap adanya Brahman (sang Hyang Widhi)
Sang Hyang Widhi adalah yang kuasa atas segala yang ada di alam ini.
b)      Percaya terhadap Atman.
Atman adalah percikan kecil dari Paratman. Atman yang menghidupi badan disebut jiwatman. Jiwatman dapat dipengaruhi karma, hasil perbuatan di dunia. Menurut ajaran Hindu, jiwatman seseorang yang meninggal dapat mencapai surga atau jatuh ke neraka.
c)       Percaya terhadap Hukum Karmaphala
Buah dari perbuatan disebut phala. Phala tidak bisa langsung dirasakan, terkadang phala baru bisa dirasakan hasilnya setelah kehidupan yang akan datang.
d)      Percaya terhadap adanya Punarbawa.
Punarbawa atau samsara adalah lingkaran kelahiran karena roh tidak selamanya berada di surga ataupun neraka, akan tetapi ia akan lahir kembali. Bentuk dari kelahiran selanjutnya itu tergantung dari karmawasana (bekas-bekas perbuatan) terdahulu. Apabila ia membawa karma baik, berarti akan terlahir dengan bentuk yang lebih baik, beitu juga sebaliknya. Kelahiran kembali ini merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dari segala dosa yang dilakukan di masa lalu.
e)      Percaya terhadap adanya moksa.
Moksa artinya kelepasan. Orang yang telah mencapai moksa tidak lahir kembali ke dunia, karena tidak ada apa pun yang mengikatnya. Ia telah bersatu dengan Paratman, Sang Hyang Widhi.
3.       Satya
·         Satya ada yang mengartikan dengan kebenaran, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
·         Satya yang mempunyai arti kesetiaan atau kejujuran.
4.       Rta
·         Rta (baca: Rita) atau Reta merupakan bentuk hukum Tuhan yang murni, yang bersifat absolut transedental.
·         Bentuk hukuman yang dijabarkan ke dalam amalan manusiawi disebut dharma.
5.       Diksa
·         Diksa berarti penyucian atau pensucian. Diksa adalah cara untuk melewati satu fase kehidupan  menuju fase selanjutnya yang lebih baik.
·         Tujuan diksa adalah untuk mensucikan seseorang secara lahir dan batin.
6.       Tapa
·         Kata tapa mempunyai arti penguasaan atas nafsu atau menjalani kehidupan suci. Untuk dapat hidup baik atau suci, seseorang harus dapat menguasai dirinya sendiri. Penguasaan terhadap diri sendiri adalah penguasaan atas penguasaan atas panca indra dan pikiran (manah).
7.       Brahman
·         Brahman atau pujian adalah semacam matra doa yang dalam sehaari-hari disebut mantra atau stuti. Mantra adalah ayat-ayat suci yang dipergunakan untuk melakukan pemujaan.
·         Kata lain yang sering digunakan untuk arti yang sama adalah stortra atau stawa.
8.       Yajna (yadnya)
·         Pengertian yadyna yang dipergunakan dalam bahasa sehari-hari adalah upacara keagamaan yang sama artinya sebagai samskara. Secara popular istilah ini dikenal dengan rituil atau ritual.
9.       Sad darsana
·         Sad darsana artinya enam pemikiran filsafat yang diterima dan diakui sebagai bagian yang tidak dapat dilepaskan dari system kepercayaan agama Hindu. Keenam filsafat itu antara lain:
a.     Filsafat Samkhya
ü  Pendiri ajaran ini bernama Maharsi Kapila, yang menulis Samkhyasutra. Menurutnya, hakekat manusia dan alam semesta terdiri dari dua unsur, yaitu purusa, asas kejiwaan (rohani), dan prakrti, asas badani (materi/jasmani)
ü  Prakrti dibangun oleh sattwam, Rajas, Tamas. Sattwam yaitu alam kesenangan yang ringan, terang, dan bercahaya. Rajas adalah unsur penggerak benda di dunia ini. Tamas ialah unsur yang menyebabkan sesuatu menjadi pasif dan bersifat negatif.
ü  Menurut ajaran Samkhya, ada tiga sumber untuk mendapatkan pengetahuan yang benar, yaitu: Pratyaksa Pramana, Anumana Pramana, Sabda Pramana. Pratyaksa Pramana adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pengamatan. Anumana Pramana yaitu pengetahuan yang didapat dengan kesimpulan. Sabda Pramana ialah pernyataan dari Yang Kuasa yang memberikan pengetahuan mengenai suatu obyek yang tidak dapat diketahui atas dasar pengetahuan pengamatan dan penarikan kesimpulan.
ü  Tujuan akhir dari filsafat Samkhya adalah moksa atau kelepasan. Dalam ajaran Samkhya, kelepasan itu adalah penghentian yang sempurna dari semua penderitaan.
b.     Filsafat Yoga
ü  Pembangun ajaran ini adalah Maharsi Patanjali.
ü  Ajaran yoga ini merupakan bantuan bagi mereka yang ingin meningkatkan diri dalam bidang rohani.
ü  Kitab Yogasutra karangan Patanjali terbgi menjadi empat bagian. Pertama, samadhipada, isinya tentang ajaran yoga. Kedua, Sadhanapada, memuat tentang cara pelaksanaan yoga. Ketiga, wibhutipada, berisi segi batiniah ajaran yoga tentang kekuatan gaib yang diperoleh dalam yoga. Keempat, kaiwayalpada, melukiskan tentang alam kelepasan dan kenyataan roh yang mengatasi alam duniawi.
c.      Filsafat Mimamsa
ü  Pendiri ajaran ini ialah Maharsi Jaimini.
ü  Sumber utamanya adalah keyakinan akan kebenaran dan kemutlakan upacara dalam kitab Weda (Brahmana Kalpasutra)
ü  Ajaran ini mengajarkan bahwa moksa adalah tujuan akhir umat manusia, dan jalan untuk mencapainya dengan melaksanakan upacara keagamaan.
d.     Filsafat Nyaya
ü  Pendirinya adalah Maharsi Gaotama.
ü  System Nyaya membicarakan bagian umum filsafat dan metode untuk mengadakan penelitian yang kritis.
ü  Filsafat ini menggunakan empat metode dalam memecahkan ilmu pengetahuan: Pratyaksa, pengamatan langsung melalui panca indra. Anumana, pengetahuan yang diperoleh dari suat obyek dengan menarik pengertian dari tanda-tanda yang diperoleh. Upamana, ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui perbandingan. Sabda, ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan mendengarkan atau melalui penjelasan dari sumber-sumber yang patut dipercaya.
e.     Filsafat Waisesika.
ü  Pendirinya Maharsi Kanada.
ü  Tujuan pokoknya bersifat metafisis.
ü  Isi pokok ajarannya menjelaskan tentang dharma yaitu apa yang memberikan kesejahteraan, memberikan kelepasan, dan menentukan di dunia ini.
f.       Filsafat Wedanta.
ü  Pendirinya Maharsi Vyasa.
ü  Sumber ajarannya adalah kitab-kitab Upanisad.
ü  Sifat ajarannya absolutisme dan teisme. Absolutism adalah aliran yang meyakini bahwa Tuhan YME adalah mutlak dan tidak berpribadi (impersonal God), sedangkan teisme yang meyakini Tuhan yang berpribadi (personal God).


Maav……
Banyak…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar