Ajaran pokok Agama Hindu
1.
Tujuan
Agama Hindu
·
Tujuan
utamanya adalah Moksartham jagaddhitaya ca iti dharmah artinya “tujuan
beragama Hindu atau Dharma adalah untuk mendapatkan Moksa dan Jagaddhita”.
·
Moksa
adalah kebebasan roh dari ikatan duniawi, bebas dari dosa.
·
Jagaddhita:
kebahagiaan, kesejahteraan, kemakmuran umat manusia, kelestarian serta
kedamaian dunia.
2.
Keimanan
Hindu
·
Pokok-pokok
keimanan dalam agama Hindu dapat dibagi dalam lima bagian yang disebut Panca
Sradddha:
a)
Percaya
terhadap adanya Brahman (sang Hyang Widhi)
Sang Hyang Widhi adalah yang kuasa atas segala yang ada
di alam ini.
b)
Percaya
terhadap Atman.
Atman adalah percikan kecil dari Paratman. Atman yang
menghidupi badan disebut jiwatman. Jiwatman dapat dipengaruhi karma,
hasil perbuatan di dunia. Menurut ajaran Hindu, jiwatman seseorang yang
meninggal dapat mencapai surga atau jatuh ke neraka.
c)
Percaya
terhadap Hukum Karmaphala
Buah dari perbuatan disebut phala. Phala tidak
bisa langsung dirasakan, terkadang phala baru bisa dirasakan hasilnya
setelah kehidupan yang akan datang.
d)
Percaya terhadap
adanya Punarbawa.
Punarbawa atau samsara adalah lingkaran kelahiran
karena roh tidak selamanya berada di surga ataupun neraka, akan tetapi ia akan
lahir kembali. Bentuk dari kelahiran selanjutnya itu tergantung dari karmawasana
(bekas-bekas perbuatan) terdahulu. Apabila ia membawa karma baik, berarti
akan terlahir dengan bentuk yang lebih baik, beitu juga sebaliknya. Kelahiran
kembali ini merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dari segala dosa yang
dilakukan di masa lalu.
e)
Percaya
terhadap adanya moksa.
Moksa artinya kelepasan. Orang yang telah mencapai moksa
tidak lahir kembali ke dunia, karena tidak ada apa pun yang mengikatnya. Ia
telah bersatu dengan Paratman, Sang Hyang Widhi.
3.
Satya
·
Satya ada
yang mengartikan dengan kebenaran, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
·
Satya yang
mempunyai arti kesetiaan atau kejujuran.
4.
Rta
·
Rta (baca: Rita) atau Reta merupakan bentuk hukum Tuhan yang
murni, yang bersifat absolut transedental.
·
Bentuk
hukuman yang dijabarkan ke dalam amalan manusiawi disebut dharma.
5.
Diksa
·
Diksa
berarti penyucian atau pensucian. Diksa adalah cara
untuk melewati satu fase kehidupan
menuju fase selanjutnya yang lebih baik.
·
Tujuan
diksa adalah untuk mensucikan seseorang secara lahir dan batin.
6.
Tapa
·
Kata tapa
mempunyai arti penguasaan atas nafsu atau menjalani kehidupan suci. Untuk dapat
hidup baik atau suci, seseorang harus dapat menguasai dirinya sendiri.
Penguasaan terhadap diri sendiri adalah penguasaan atas penguasaan atas panca
indra dan pikiran (manah).
7.
Brahman
·
Brahman
atau pujian adalah semacam matra doa yang dalam sehaari-hari disebut mantra
atau stuti. Mantra adalah ayat-ayat suci yang dipergunakan untuk
melakukan pemujaan.
·
Kata lain
yang sering digunakan untuk arti yang sama adalah stortra atau stawa.
8.
Yajna
(yadnya)
·
Pengertian
yadyna yang dipergunakan dalam bahasa sehari-hari adalah upacara
keagamaan yang sama artinya sebagai samskara. Secara popular istilah ini
dikenal dengan rituil atau ritual.
9.
Sad
darsana
·
Sad
darsana artinya enam pemikiran filsafat yang diterima dan diakui sebagai bagian
yang tidak dapat dilepaskan dari system kepercayaan agama Hindu. Keenam
filsafat itu antara lain:
a. Filsafat Samkhya
ü Pendiri ajaran ini bernama Maharsi Kapila, yang
menulis Samkhyasutra. Menurutnya, hakekat manusia dan alam semesta terdiri dari
dua unsur, yaitu purusa, asas kejiwaan (rohani), dan prakrti,
asas badani (materi/jasmani)
ü Prakrti dibangun oleh sattwam, Rajas,
Tamas. Sattwam yaitu alam kesenangan yang ringan, terang, dan
bercahaya. Rajas adalah unsur penggerak benda di dunia ini. Tamas
ialah unsur yang menyebabkan sesuatu menjadi pasif dan bersifat negatif.
ü Menurut ajaran Samkhya, ada tiga sumber untuk
mendapatkan pengetahuan yang benar, yaitu: Pratyaksa Pramana, Anumana
Pramana, Sabda Pramana. Pratyaksa Pramana adalah pengetahuan
yang diperoleh melalui pengamatan. Anumana Pramana yaitu pengetahuan
yang didapat dengan kesimpulan. Sabda Pramana ialah pernyataan dari Yang
Kuasa yang memberikan pengetahuan mengenai suatu obyek yang tidak dapat
diketahui atas dasar pengetahuan pengamatan dan penarikan kesimpulan.
ü Tujuan akhir dari filsafat Samkhya adalah moksa
atau kelepasan. Dalam ajaran Samkhya, kelepasan itu adalah penghentian yang
sempurna dari semua penderitaan.
b. Filsafat Yoga
ü Pembangun ajaran ini adalah Maharsi Patanjali.
ü Ajaran yoga ini merupakan bantuan bagi mereka
yang ingin meningkatkan diri dalam bidang rohani.
ü Kitab Yogasutra karangan Patanjali terbgi
menjadi empat bagian. Pertama, samadhipada, isinya tentang ajaran yoga.
Kedua, Sadhanapada, memuat tentang cara pelaksanaan yoga. Ketiga, wibhutipada,
berisi segi batiniah ajaran yoga tentang kekuatan gaib yang diperoleh dalam
yoga. Keempat, kaiwayalpada, melukiskan tentang alam kelepasan dan
kenyataan roh yang mengatasi alam duniawi.
c. Filsafat Mimamsa
ü Pendiri ajaran ini ialah Maharsi Jaimini.
ü Sumber utamanya adalah keyakinan akan kebenaran
dan kemutlakan upacara dalam kitab Weda (Brahmana Kalpasutra)
ü Ajaran ini mengajarkan bahwa moksa adalah
tujuan akhir umat manusia, dan jalan untuk mencapainya dengan melaksanakan
upacara keagamaan.
d. Filsafat Nyaya
ü Pendirinya adalah Maharsi Gaotama.
ü System Nyaya membicarakan bagian umum filsafat
dan metode untuk mengadakan penelitian yang kritis.
ü Filsafat ini menggunakan empat metode dalam
memecahkan ilmu pengetahuan: Pratyaksa, pengamatan langsung melalui panca
indra. Anumana, pengetahuan yang diperoleh dari suat obyek dengan menarik
pengertian dari tanda-tanda yang diperoleh. Upamana, ilmu pengetahuan yang
diperoleh melalui perbandingan. Sabda, ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan
mendengarkan atau melalui penjelasan dari sumber-sumber yang patut dipercaya.
e. Filsafat Waisesika.
ü Pendirinya Maharsi Kanada.
ü Tujuan pokoknya bersifat metafisis.
ü Isi pokok ajarannya menjelaskan tentang dharma
yaitu apa yang memberikan kesejahteraan, memberikan kelepasan, dan menentukan
di dunia ini.
f. Filsafat Wedanta.
ü Pendirinya Maharsi Vyasa.
ü Sumber ajarannya adalah kitab-kitab Upanisad.
ü Sifat ajarannya absolutisme dan teisme.
Absolutism adalah aliran yang meyakini bahwa Tuhan YME adalah mutlak dan tidak
berpribadi (impersonal God), sedangkan teisme yang meyakini Tuhan yang
berpribadi (personal God).
Maav……
Banyak…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar