Bismillahirrahmanirrahim
Agama Budha merupakan
salah satu agama besar di dunia, yang ditemukan di India bagian Timur laut yang
dipelopori oleh Siddartha Gautama, yang terkenal dengan pangglian Budha atau
Sang Penerang.[1]
Ajarannya didasarkan pada pengalamannya, yaiut tepatnya ketika berusia muda ia
melihat empat faktor yang penting bagi dirinya, orang yang sakit, orang yang
berusia tua, orang yang meninggal dunia, dan seorang petapa yang sedang mencari
jalan untuk menyelsaikan penderitaannya. Yang kemudian ajaran-ajarannya
dirumuskan dalam kitab yang disebut “Tipitaka” – Vinaya Pitika yang mencakup
kerumahtanggaan, Sutta Pitaka yang berisi khutbah-khutbahnya dan para muridnya,
dan Abhidamma Pitaka yang mencakup ajaran ilmu jiwa dan metafisika agama
Buddha.
Dalam
perkembangannya agama Budha[2] mempunyai
karakteristik khusus, diantaranya, pertama, agama budha adalah agama yang
bersifat empiris, kedua, agama budha bersifat ilmiah, ketiga, agama budha
bersifat pragmatis, keempat, agama budha mengandung nilai-nilai pengobatan,
kelima, agama budha mengandung nilai-nilai psikologis, keenam, agama budha
mengandung nila-nilai persamaan derajat dan ketujuh, agama budha menunjukan
kepada arah individual.
Selanjutnya,
agama Budha mempunyai “Empat Kebenaran yang Mulia” dalam mengarungi
kehidupannya. Istilah ini diambil semata-mata dari perjuangan Buddha sendiri.
Awal mulanya, Empat Kebanaran yang Mulia ini berfungsi sebagai aksioma
pembelajaran atau sistemnya dan dalil dari apa yang menjadi pengajarannya.
Pertama, Dukkha, yang biasa diterjemahkan sebagai “penderitaan”. Kedua, Tanha,
bagian khusus keinginan untuk menemuhi ambisi pribadi. Ketiga, secara
logika bagian ini mengikuti yang kedua, jika sebab utama tergelincarnya
seserorang karena keegosisannya, maka obatnya bersandar pada penanggulangan
sifat itu atau dapat disebut sebagai akhir penderiaan. Poin Keempat menentukan
bagaimana obat bisa menjadi baik. Hasil dari Tanha, jalan keluar dari
tahanan, tiada lain adalah melalui “Jalan Utama Berunsur Delapan”. Adapun Unsur Jalan Utama yang Delapan itu
adalah, pengertian yang benar, pikiran yang benar, ucapan yang benar, perilaku
benar, mata pencaharain yang benar, daya upaya yang benar, perhatian yang benar
dan kontribusi yang besar.
Apa relevasi
sebenarnya agama Budha dengan agama Hindu? Bagaimana agama Budha berkembang di
India, sedangkan India sendiri telah dikuasai – pertama kali – oleh agama
Hindu? Apakah ajaran-ajaran Budha yang berada dalam kitab “Tipitaka” merupakan
ajaran asli Budha – berasal dari Siddartha Gautama – secara orsinil?
[1] Ia adalah seorang filosof India yang lahir
Lumbinī, Nepal. Ia adalah anak seorang ketua prajurit yang bernama, Siddharta.
Sedangkan kata Gautama Budha sendiri diambil merupakan nama gabungan dari
keluarga Gautama.
[2] Pada dasarnya Agama Budha mengambil sumber
hidup dari Hindu, akan tetapi ia mengalami perubahan secara umum yang melompat
seperti sebuah cepeti dan serangan balasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar