Senin, 27 April 2015

Agama Budha?



Bismillahirrahmanirrahim
Agama Budha merupakan salah satu agama besar di dunia, yang ditemukan di India bagian Timur laut yang dipelopori oleh Siddartha Gautama, yang terkenal dengan pangglian Budha atau Sang Penerang.[1] Ajarannya didasarkan pada pengalamannya, yaiut tepatnya ketika berusia muda ia melihat empat faktor yang penting bagi dirinya, orang yang sakit, orang yang berusia tua, orang yang meninggal dunia, dan seorang petapa yang sedang mencari jalan untuk menyelsaikan penderitaannya. Yang kemudian ajaran-ajarannya dirumuskan dalam kitab yang disebut “Tipitaka” – Vinaya Pitika yang mencakup kerumahtanggaan, Sutta Pitaka yang berisi khutbah-khutbahnya dan para muridnya, dan Abhidamma Pitaka yang mencakup ajaran ilmu jiwa dan metafisika agama Buddha.
Dalam perkembangannya agama Budha[2] mempunyai karakteristik khusus, diantaranya, pertama, agama budha adalah agama yang bersifat empiris, kedua, agama budha bersifat ilmiah, ketiga, agama budha bersifat pragmatis, keempat, agama budha mengandung nilai-nilai pengobatan, kelima, agama budha mengandung nilai-nilai psikologis, keenam, agama budha mengandung nila-nilai persamaan derajat dan ketujuh, agama budha menunjukan kepada arah individual.
Selanjutnya, agama Budha mempunyai “Empat Kebenaran yang Mulia” dalam mengarungi kehidupannya. Istilah ini diambil semata-mata dari perjuangan Buddha sendiri. Awal mulanya, Empat Kebanaran yang Mulia ini berfungsi sebagai aksioma pembelajaran atau sistemnya dan dalil dari apa yang menjadi pengajarannya. Pertama, Dukkha, yang biasa diterjemahkan sebagai “penderitaan”. Kedua, Tanha, bagian khusus keinginan untuk menemuhi ambisi pribadi. Ketiga, secara logika bagian ini mengikuti yang kedua, jika sebab utama tergelincarnya seserorang karena keegosisannya, maka obatnya bersandar pada penanggulangan sifat itu atau dapat disebut sebagai akhir penderiaan. Poin Keempat menentukan bagaimana obat bisa menjadi baik. Hasil dari Tanha, jalan keluar dari tahanan, tiada lain adalah melalui “Jalan Utama Berunsur Delapan”.  Adapun Unsur Jalan Utama yang Delapan itu adalah, pengertian yang benar, pikiran yang benar, ucapan yang benar, perilaku benar, mata pencaharain yang benar, daya upaya yang benar, perhatian yang benar dan kontribusi yang besar.
Apa relevasi sebenarnya agama Budha dengan agama Hindu? Bagaimana agama Budha berkembang di India, sedangkan India sendiri telah dikuasai – pertama kali – oleh agama Hindu? Apakah ajaran-ajaran Budha yang berada dalam kitab “Tipitaka” merupakan ajaran asli Budha – berasal dari Siddartha Gautama – secara orsinil?


[1] Ia adalah seorang filosof India yang lahir Lumbinī, Nepal. Ia adalah anak seorang ketua prajurit yang bernama, Siddharta. Sedangkan kata Gautama Budha sendiri diambil merupakan nama gabungan dari keluarga Gautama.
[2] Pada dasarnya Agama Budha mengambil sumber hidup dari Hindu, akan tetapi ia mengalami perubahan secara umum yang melompat seperti sebuah cepeti dan serangan balasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar